Cara Mengurus IMB Dan Ijin Gangguan Untuk Usaha Peternakan Sapi, Berikut Persyaratan Yang Harus Dipenuhi

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) peternakan sapi adalah izin yang dikeluarkan oleh Kepala Daerah untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku untuk bidang peternakan. IMB dibuat untuk menjaga ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum.

IMB adalah bukti legal bahwa bangunan untuk peternakan sapi telah sesuai dengan Tata Ruang yang telah ditentukan dan menunjukkan bahwa konstruksi bangunannya dapat dipertanggungjawabkan. Tidak ada ruginya mengurus  IMB karena:

  1. Nilai jualnya lebih tinggi dibandingkan bangunan yang belum ber-IMB
  2. Bangunannya bisa dijaminkan ke Bank
  3. Harga tanah dengan bangunan ber-IMB harganya sudah pasti meningkat.
  4. Pada saat mengurus IMB kita akan tau rencana pemerintah di lokasi tersebut pada masa yang akan datang

Persyaratan untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) peternakan sapi

  1. Foto copy KTP
  2. Foto copy tanda lunas PBB dan SPPT tahun terakhir
  3. Foto copy sertipikat
  4. Foto copy akta pendirian badan dan/atau perubahannya
  5. Foto copy Surat Keterangan Rencana Umum Tata Ruang dan Tata Wilayah, atau foto copy IMB yang dimiliki sebelumnya atau siteplan yang telah dilegalisasi oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang
  6. Surat Keterangan Lurah & Camat (untuk status kepemilikan tanah selain SHM, HGB & IPT)
  7. Surat Pernyataan keabsahan dan kebenaran dokumen, sanggup memenuhi dokumen teknis dan membayar retribusi
  8. Rencana teknis bangunan (gambar rancang bangun dan perhitungan struktur)

 

 

TENTANG SURAT IZIN GANGGUAN ALIAS HO (HINDERORDONNANTIE)

Izin Gangguan (HO) peternakan sapi adalah izin kegiatan usaha yang diberikan kepada pribadi atau badan usaha peternakan dilokasi tertentu yang berpotensi menimbulkan bahaya kerugian dan gangguan, ketentraman dan ketertiban umum. Namun tidak termasuk kegiatan/tempat usaha yang lokasinya telah ditunjuk oleh Pemerintah Pusat atau Daerah.

Dasar hukum izin ini adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, termasuk Peraturan Daerah Kabupaten/Kota yang mengatur secara rinci tentang Retribusi Izin Gangguan. Bahkan pada kabupaten tertentu ada yang menerapkan rumus untuk nenentukan besar biaya retribusi ini. Misalnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mengeluarkan Perda No. 10 Tahun 2012, yang secara rinci mengatur besar retribusi untuk izin ini.

Surat Izin Gangguan di keluarkan oleh Dinas Perizinan didaerah tingkat dua atau setingkat Kabupaten dan Kotamadya, sesuai dengan diberlakukannya undang-undang otonomi daerah, jadi masing-masing daerah mempunyai aturan yang berbeda. Namun secara umum, diperlukan persyaratan sebagai berikut:

  1. Fotokopi KTP pemohon yang masih berlaku.
  2. Dokumen untuk mengelola lingkungan hidup, terkecuali untuk usaha yang tidak menimbulkan gangguan atau tidak ada limbah buangannya.
  3. Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai peruntukan/fungs. Untuk bangunan yang belum ber-IMB melampirkan surat pernyataan bermeterai tentang kesanggupan mengurus IMB
  4. Fotokopi bukti kepemilikan atau sertifikat tanah atau surat keterangan lain yang sah
  5. Fotokopi Akta pendirian atau cabang perusahaan bagi usaha yang berbadan hukum
  6. Surat pernyataaan persetujuan atau tidak keberatan dari pemilik tempat atau bukti sewa bagi tempat usaha yang bukan milik sendiri
  7. Denah letak domisili tempat usaha dan gambar situasi atau site plan tempat usaha yang jelas
  8. Izin Gangguan lama asli atau SK dan Tanda Izin bagi yang mengajukan permohonan perpanjangan
  9. Surat kuasa bagi pemohon yang tidak dapat mengurus sendiri Surat Izin Gangguan
  10. Persetujuan dari tetangga sekitar tempat usaha yang diketahui oleh pejabat setempat (Rt, Rw, Lurah dan Camat)

 

Oya,  jangan lupa mengurus Izin Prinsip Dan Penggunaan Tanah terlebih dahulu ya? Selamat bekerja

Peternak Sapi Wajib Tau Cara Mengusir Nyamuk Dengan Sereh Untuk Mencegah Penyebab Demam Tiga Hari

Apakah anda tau ada jenis nyamuk yang mengisap darah sapi? Tak sekedar mengisap darah, nyamuk tersebut juga menularkan penyakit demam tiga hari pada sapi. Untuk menghindari hal tersebut anda harus tau cara mengusir nyamuk dengan sereh. Berdasarkan sebuah penelitian, sereh atau biasa disebut juga dengan serai cukup ampuh, selain murah dan mudah didapatkan. Baca selengkapnya...

Bagaimana Menghitung, Membagikan serta Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas

Setiap 10 Dzul Hijjah, semua umat Islam yang tidak melaksanakan haji merayakan Hari Raya Idul Adha. Pada hari itu, kaum muslimin disunnahkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan, seperti sapi atau kambing/domba. Namun ada syaratnya, telah cukup umur. Namun ada hal lain yang cukup penting untuk diperhatikan panitia kurban yakni menghitung dan membagikan daging kurban agar sesuai dengan jumlah penerima atau mustahik berserta menyimpannya di kulkas. Bagaimana caranya? Baca selengkapnya...

Revolusi Industri 4.0 Dan Tantangan Budidaya Sapi Ayrshire Sebagai Penghasil Susu Sekaligus Daging Sapi

Revolusi Industri 4.0 adalah suatu inovasi dari industri yang menerapkan konsep automatisasi yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi waktu, tenaga kerja, dan biaya. Para ahli meyakini saat ini kita telah memasuki era dari Revolusi Industri 4.0, dikarenakan banyaknya inovasi baru termasuk di bidang peternakan sapi. Baca selengkapnya...