RAGAM INFORMASI

TENTANG DUNIA PERSAPIAN

Cara Menghindari Peternakan Sapi Diserang Penyakit

Peternakan sapi jika tidak dijaga dengan baik pastinya juga akan menimbulkan banyak penyakit. Oleh sebab itulah pemilik ternak haruslah bisa merawat sapi-sapi dengan baik.

5 Cara Menghindarkan Penyakit pada Peternakan Sapi

Ketika memelihara sapi pastinya membutuhkan waktu, tenaga ekstra serta biaya yang tidak sedikit. Namun hal ini tentunya wajar jika ingin menciptakan sapi berkualitas. Demi bisa menciptakan sapi yang berkualitas, pemilik ternak memang harus memperhatikan kesehatan dan menghindarkan dari stress. Jika sapi stress dan tidak sehat, maka berdampak pada kuantitas dan kualitas daging sapi serta susu.

Untuk menghindarkan sapi dari berbagai serangan penyakit. Maka beberapa hal berikut ini harus diperhatikan dengan baik.

Memperhatikan Kualitas Pakan

Hal pertama yang harus diperhatikan ketika beternak sapi adalah pakan. Pakan haruslah segar, bergizi serta bebas zat kimia berbahaya. Oleh sebab itulah, memilih pakan sapai haruslah diperhatikan dengan saksama. Jika pakan yang diberikan tidak sesuai kebutuhan sapi, maka bisa terjadi defisiensi zat makanan dan berimbas mudah diserang penyakit. Apabila ingin mencampurkan pakan pun harus menyeimbangkan gizi yang terkandung di masing-masing pakan.

Memberikan Vaksin

Dengan memberikan vaksin akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh sapi pada berbagai jenis penyakit dari virus, bakteri sampai protozoa. Vaksinasi pada sapi juga mampu menghindarkan dari penyakit menular atau tidak menular. Oleh karena itulah, pemilik peternakan sapi harus bisa memberikan vaksin secara teratur.

Memandikan Sapi

Dalam satu hari, sapi mampu membuang kotoran sampai 15 kali dan membuat tubuh mudah kotor. Oleh karena itulah sapi perlu dimandikan demi menjaga kebersihan supaya bebas dari kuman dan kotoran penyebab penyakit. Selain itu memandikan sapi juga berguna menjaga metabolisme tubuh sapi dan menjaga kesterilan susu untuk sapi perah. Apabila persediaan air cukup banyak, maka bisa memandikan sapi dua kali sehari. Pada waktu pagi hari dan sore hari. Akan tetapi jika persediaan air hanya sedikit, maka cukup satu kali sehari saja.

Menjaga Kebersihan Kandang

Selain itu peternak sapi juga harus membersihkan kandang. Perlu diketahui bahwa sapi sering membuang kotoran di dalam kandang ditempat yang berbeda-beda. Bahkan ketika sapi tidur pun bisa diatas kotoran sapi itu sendiri. Oleh sebab itulah, para peternak harus rutin dalam membersihkan kandang setiap hari. Saat kandang kotor, hal ini akan berpengaruh pada kondisi kesehatan sapi. Dari segi ukuran kandang pun juga harus diperhatikan dengan baik juga. Jangan membuat kandang yang terlalu sempit karena hanya akan membuat sapi stress. Lantai kandang sapi juga perlu disemprot dengan desinfektan, wadah pakan dan minum juga dibersihkan. Juga harus melakukan penyemprotan anti serangga apabila dibutuhkan.

Pengobatan Eksternal

Kulit menjadi bagian luar dari sapi. Dimana kulit ini juga bisa terjangkit parasit, jamur, kudis, atau luka. Jika hal tersebut ditemukan pada kulit sapi, maka harus segera diobati supaya gangguan tersebut tidak menyebar ke bagian tubuh yang lainnya. Oleh sebab itulah, pembersihan pada sapi tidak hanya seputar pada kandang atau pemberian vaksin. Namun juga harus mengecek dengan baik apa yang terjadi pada kulit sapi tersebut.

Nah itulah beberapa cara perawatan pada peternakan sapi untuk mengurangi risiko penyakit. Bagi Anda yang ingin beternak sapi, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa hal diatas. Dengan begitu nantinya sapi bisa terhindar dari penyakit, sehingga daging atau susu bisa memiliki kualitas yang baik.

Kenali Tingkatan Kualitas dan Ciri Daging Wagyu yang Asli

Wagyu terkenal karena kualitas dan harganya yang mahal. Belakangan semakin banyak bermunculan daging wagyu tiruan yang seolah dengan sengaja mengecoh pembeli. Nah, agar Anda tidak salah beli, sebaiknya mulai kenali tingkatan kualitas dan ciri daging wagyu yang asli. Baca selengkapnya...
rumput laut pakan sapi

Rumput Laut Dapat Dijadikan Pakan Sapi

Menurut penelitian para ahli dari Universitas Aarhus Denmark, rumput laut dapat menjadi pakan potensial bagi ruminansia. Walaupun ada beberapa masalah menyangkut kandungan air, abu, logam berat, transportasi serta biaya pelestariannya. Persentase bahan keringnya bervariasi dari 13 hingga 28%. Hampir sama dengan tanaman hijau yang tumbuh di tanah seperti rumput. Walaupun persentasenya tergantung pada cuaca (curah hujan, matahari, angin). Baca selengkapnya...

Serba-serbi Bisnis Keripik Paru Sapi

“Jeroan” adalah istilah yang diberikan bagi olahan makanan dari organ dalam suatu hewan. Di Indonesia, jeroan cukup populer dan digunakan dalam berbagai bahan masak, mulai dari masakan santai seperti bubur, soto, campuran untuk nasi goreng, nasi uduk, hingga menjadi menu utama pendamping nasi.Jeroan dapat menjadi alternatif untuk lauk daging karena berbagai hewan lazim dikonsumsi jeroannya, kecuali ikan. Salah satu jeroan favorit masyarakat Indonesia adalah paru sapi. Baca selengkapnya...

Jamur Tai Sapi Pemicu Halusinasi

Jamur tai sapi memiliki nama unik karena menunjukkan tempatnya berkembang biak yaitu di kotoran sapi atau kerbau. Nama latin jamur tai sapi adalah Psilocybin mushrooms atau Magic mushroom. Mengutip situs Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga, jamur tai sapi dulunya digunakan sebagai persembahan dalam upacara suku Aztec di Amerika Serikat. Jamur ini tergolong jamur liar yang mengandung zat kimia alami bernama psilosibin. Baca selengkapnya...