Mengkonsumsi Susu Sapi Terbukti Bisa Meredakan Stress Kerja. Buktikan Sendiri!

Semua orang tentunya tahu bukan mengenai susu sapi? Susu sapi merupakan suatu cairan yang bergizi dan berwarna putih. Bahasan kali ini ialah mengenai susu sapi yang ternyata bisa mengatasi stress kerja. Stress kerja adalah sesuatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seorang karyawan (Rivai, 2004:108).

Orang-orang yang mengalami stress kerja menjadi nervous dan merasakan kekuatiran kronis sehingga mereka sering menjadi marah-marah, agresif, tidak dapat relaks, atau memperlihatkan sikap yang tidak kooperatif (Hasibuan, 2012:204).

Telah sejak lama dikenal sebagai minuman yang bermanfaat, susu sapi murni ternyata bermanfaat bagi para pekerja yang punya kecenderungan stress tinggi. Segelas susu hangat di malam hari, diyakini mampu merilekskan tekanan pada otot-otot dan saraf yang tegang. Saat Anda merasa letih, berendam dalam air hangat sambil minum susu ternyata mampu membantu meredakan capek.

Susu sapi dihasilkan oleh sapi perah yang memang merupakan jenis ternak penghasil susu. Perlu diketahui sapi perah ini begitu efisien dalam merubah makanan ternak seperti konsentrat menjadi susu sapi yang sangat baik unuk pertumbuhan dan kesehatan, termasuk meredakan stress kerja.

 

Pentingnya Mengkonsumsi Susu Sapi

Susu sapi berkualitas, mengandung nutrisi dengan keseimbangan sempurna. Itu sebabnya, susu sapi ini juga dijuluki dengan sebutan darah putih untuk tubuh sebab didalam susu sapi terdapat sejumlah vitamin dan berbagai macam asam amino yang baik sekali bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

Adapun kandungan gizi yang terdapat didalam susu sapi ini ialah vitamin B2 dan A. Tak hanya itu saja, susu sapi murni juga memiliki kandungan kolin yang berlimpah. Kolin merupakan nutrisi penting yang berguna untuk membantu gerakan otot, tidur, membantu belajar dan meningkatkan memori atau daya ingat.

Kemudian, kolin ini juga membantu melindungi struktur membran sel, membantu melakukan penyerapan lemak, membantu transmisi impuls saraf dan bisa menurunkan tingkat peradangan kronis. Kandungan-kandungan gizi dari susu sapi lainnya ialah potasium yang bisa menurunkan risiko penyakit stroke, tekanan darah tinggi, penyakit pada organ jantung, dan bisa menjadi sebuah pelindung terhadap hilangnya massa pada otot.

Dan yang paling utama susu sapi ini memiliki peran penting dalam fungsi kekebalan tubuh serta penyerapan kalsium. Karena banyaknya kandungan di dalam susu sapi ini, maka dari itulah susu sapi perah begitu penting unuk dikonsumsi guna menjaga kesehetan tubuh.

 

 

Manfaat Umum Mengkonsumsi Susu Sapi

Anda wajib mengkonsumsi susu sapi minimal satu gelas disetiap harinya, dan manfaat yang bisa anda dapatkan dari mengkonsumsi susu sapi ialah sebagai berikut :

 

1. Susu sapi baik bagi tulang

Yang pertama, susu sapi ini sangat baik bagi kesehatan tulang. Hal tersebut dikarenakan susu sapi merupakan sumber kalisum yang merupakan mineral penting bagi kesehatan gigi dan tulang. Tak hanya itu saja susu sapi juga diperkaya dengan adanya kandungan vitamin D yang memiliki manfaat untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang. Kandungan vitamin D dan kalsium ini bisa membantu dalam mencegah terjadinya osteoporosis.

 

2. Susu sapi bisa menyehatkan organ jantung

Seperti yang sudah kita ketahui susu sapi merupakan sumber potasium, yang bisa meningkatkan pelebaran pada pembuluh darah atau vasodilatasi dan bisa pula menurunkan tekanan darah. Manfaat dari susu sapi ini sendiri bisa meningkatkan asupan kalium serta bisa mengurangi natrium yang setelah itu dapat menurunkan risiko datangnya penyakit kardiovaskular.

 

3. Susu sapi dapat mengatasi stress kerja atau depresi

Vitamin D yang tercukupi dalam tubuh bisa mendukung produksi seretonin. Seretonin ialah hormon yang berhubungan dengan nafsu makan, suasana hati dan juga tidur. Dibalik itu jika kekurangan vitamin D bisa mengakibatkan kelelahan yang kronis, depresi atau stress kerja dan juga PMS.

Oleh karena itu sangat disarankan,  jika anda sedang depresi, konsumsilah susu sapi sebab susu sapi bisa menenangkan pikiran anda.

Mengenal Jenis Sapi Penghasil Daging Wagyu

Wagyu dalam bahasa Jepang memiliki arti Sapi Jepang. Artinya, sapi jenis ini hanya dapat ditemukan di Negeri Sakura saja. Uniknya, tidak semua sapi potong khas Jepang merujuk pada jenis sapi penghasil daging wagyu. Baca selengkapnya...

Kenali Gejala Penyakit Radang Usus Kronis Pada Sapi

Nama penyakit yang menyebabkan radang usus kronis pada sapi ini adalah Johne’s Disease. Merupakan salah satu penyakit yang menjangkiti ternak sapi, baik sapi potong maupun sapi perah, yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit yang juga umum disebut dengan nama Paratuberkulosis ini merupakan penyakit menahun yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium avium subsp. Baca selengkapnya...

Inilah Orang Indonesia Pemilik Peternakan Sapi Terbesar Yang Berlokasi Di Australia

Nama Nisin Sunito beberapa waktu lalu sempat ramai diperbincangkan di kalangan jajaran pengusaha besar di Tanah Air. Bagaimana tidak, dirinya disebut-sebut memiliki sebuah usaha peternakan sapi terbesar di Australia yang luasnya mencapai dua kali Pulau Bali. Diketahui juga, dirinya merupakan satu-satunya orang Indonesia yang memiliki usaha peternakan raksasa di negeri penghasil wol tersebut. Baca selengkapnya...

Se'i, Kuliner Daging Sapi Yang Kini Banyak Dicari

Daging Se'i adalah nama kuliner yang saat ini sedang 'booming'. Istilah Se'i berasal dari bahasa Rote yang berarti daging yang diiris tipis memanjang. Pada jaman dahulu se'i dibuat dari daging rusa, karena rusa semakin langka dan dilindungi maka diganti dengan daging sapi atau daging babi. Namun bagi anda yang muslim, tak perlu khawatir karena rata-rata penjual daging se'i yang ada sekarang, memakai daging yang halal seperti sapi atau ayam. Baca selengkapnya...

Cara Penanganan Sapi Bunting dan Pedet

Usaha pembibitan sapi potong yang dipelihara secara tradaisional, produktivitas masih rendah, sehingga berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Penyebabnya adalah peternak kurang memperhatikan pakan dan perawatan pada induk yang bunting, melahirkan, hingga menyusui, serta cara penyapihan pedet yang kurang tepat. Baca selengkapnya...