Loading...
iden

Peternak Sapi! Bagaimana cara anda mengisi waktu luang Saat PSBB?

Setelah pandemi Corona melanda Indonesia, kita semua diminta untuk melakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Tentu ada rasa bosan, hingga punya keinginan untuk mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Namun ketika harus memutuskan bagaimana cara anda mengisi waktu luang tersebut, pastilah ada kebingungan.

Jika anda adalah peternak sapi, berikut ini ada beberapa ide yang bisa diterapkan, antara lain:

 

A. MEMPERLUAS WAWASAN DAN PENGETAHUAN

Dengan cara sebagai berikut:

 

1. Banyak membaca.

Membaca sangatlah penting dalam memperluas wawasan. Dengan rajin membaca, banyak pengetahuan yang bisa didapat. Selain itu membaca juga bisa meningkatkan pemahaman terhadap sesuatu hal yang nantinya berguna bagi kehidupan. Membaca tidak harus buku non fiksi, buku fiksi juga sangat berguna. Atau membaca Koran atau surat kabar juga sangat dianjurkan, agar bisa mengetahui berita-berita terbaru yang aktual baik di dalam negeri maupun luar negeri.

 

2. Manfaatkan media elektronik dan internet dengan baik dan benar

Media elektronik seperti TV juga berguna dalam menambah wawasan. Selain itu ada internet untuk mencari informasi dengan mudah dan cepat. Media-media tersebut pastinya memiliki manfaat, selama digunakan dengan baik dan benar.

 

B. MEMERIKSA DAN MEMPERBAIKI SARANA DAN PRASARANA USAHA TERNAK SAPI

Dimulai dari kandang hingga perlengkapan pendukungnya, berikut peralatan yang selama ini dianggap tidak terlalu penting hingga sering terbaikan. Satu contohnya adalah tambatan, untuk membatasi ruang gerak sapi. 

Apakah sudah mendapat gambaran bagaimana cara anda mengisi waktu luang? Ayo segera laksanakan!

Tambatan sapi, umumnya berupa tonggak, tiang, atau palang yang kokoh untuk mengikat sapi, yang dibuat khusus atau disatukan dengan struktur kandang. Ada dua model yang umum digunakan, yaitu tambat bawah dan tambat atas. Untuk lebih jelasnya, inilah perbedaan antara kedua model tersebut:

 

1. TAMBAT BAWAH

Model tambat bawah, tali yang digunakan untuk membatasi ruang gerak sapi potong ditambatkan pada bagian bawah tiang kandang. Kelebihan dari sistem ini adalah leher sapi tidak mudah terjerat oleh tali tambatan tersebut. Kekurangannya? Tali tambatan cepat sekali kotor, rusak, dan bahkan putus, terutama bila sering terinjak sapi di dalam kandang.

 

 

2. TAMBAT ATAS

Bagaimana dengan model tambat atas? Tali tambatan akan lebih bersih dan awet karena diikat pada bagian atas tiang kandang sehingga tidak terinjak-injak. Namun penambatan model ini dapat menjerat leher sapi, oleh karena itu disarankan untuk menggunakan tali dengan ukuran cukup panjang.

 

Sebenarnya, ada satu lagi sistem yang dapat membatasi ruang gerak sapi yaitu menggunakan sekat atau dinding tanpa perlu diikat. Jadi ternak seolah-olah dibiarkan bebas bergerak, tapi masih berada didalam kandang. Sistem ini banyak digunakan untuk sapi jenis wagyu, agar tidak stress sehingga kualitas dagingnya bagus.

 

Demikian penjelasan singkat mengenai sistem penambatan, sebagai satu kegiatan untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara anda mengisi waktu luang saat PSBB. Semoga peternak sehat selalu. Aamiin.....

 

promo gratisUntuk membantu memulihkan kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19, kami akan mempromosikan semua jenis produk anda di website ini secara GRATIS! 

Caranya, kirimkan data lengkap seperti nama produk, info singkat, foto, harga, cara order (WA, bukalapak, shopee, tokopedia, dll berikut link-nya) kepada kami via WA ke 0811112227

 

"Makepung Jembrana", A Well-known and Unique Tradition of Buffalos Race in Bali Indonesia

The Origin of Makepung Jembrana Bali - Bali as one of Indonesia’s most favorite islands to visit has variety of unique traditions to offer as the tourist attractions. Jembrana, one of regencies in Bali which located on the trip West of Bali, has a unique buffalo race tradition called Makepung Jembrana. But unlike the one in Madura Island, East Java, the race in this event is held among buffalo, not cows. Makepung has been an old tradition preserved by local people in Jembrana and has become one… Read More...