TRANSLATE

Mancing Ikan Dapat Hadiah Sapi

Memancing adalah salah satu hobi yang banyak dilakukan oleh para pria. Mereka yang suka memancing bahkan rela meninggalkan aktivitas keseharian hanya untuk melakukannya. Tak hanya seru, memancing ternyata merupakan kegiatan positip yang memiliki beberapa manfaat. Berikut adalah lima manfaat baik memancing.

1. Relaksasi

Diterjemahkan dari bahasa Inggris - Relaksasi dalam psikologi adalah keadaan emosional makhluk hidup, ketegangan rendah, di mana tidak ada gairah, terutama dari sumber negatif seperti kemarahan, kecemasan, atau ketakutan. Menurut Oxford Dictionaries relaksasi adalah ketika tubuh dan pikiran bebas dari ketegangan dan kecemasan.

Sebab sambil memancing ikan, Anda bisa menikmati udara sejuk hingga pemandangan yang indah. Ketiganya pun dipercaya dapat dengan menurunkan tekanan darah dan mengurangi kecemasan sehingga ampuh sebagai metode meditasi yang baik.

 

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Pada saat memancing di alam terbuka, tubuh anda akan terpapar Vitamin D, yang  dapat membantu tubuh untuk mengatur dan mempercepat penyerapan kalsium dan fosfor. Dua mineral ini terbukti ampuh untuk meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan melawan berbagai penyakit. Dan sumber vitamin D terbaik bisa anda peroleh melalui sinar matahari.

 

3. Menyehatkan bagi kardiovaskular

Memancing dapat membakar rata-rata 200 kalori per jam. Yang didapatkan pada saat berjalan mencari lokasi yang banyak ikannya, atau saat sedang menggulung senar pancing. Dengan demikian, jantung dan paru-paru Anda terlatih untuk dapat bekerja dengan baik.

 

4. Menguatkan otot

Dengan memancing, walaupun hanya mendapat ikan kecil saja, bagian bahu, punggung, lengan dan kaki, akan bergerak. Sehingga secara tidak sadar,  hal ini merupakan latihan yang sangat efektif untuk meningkatkan kekuatan dan membesarkan otot Anda.

 

5. Sarana untuk mendapatkan hadiah sapi

Seperti yang terjadi di Lomba mancing untuk memperingati hari ulang tahun ke dua kolam pemancingan Doho Raya di Madiun, Minggu (20/2/2022). Pemancingan ini  menebar ikan tombro di kolam sebanyak 1 ton, dengan biaya pendaftaran Rp600.000 per peserta, kolam pemancingan ini menyediakan hadiah utama berupa seekor sapi limosin seharga Rp25 juta. Juga hadiah uang tunai sebesar Rp30 juta dan hadiah hiburan lainnya.

 

Alhasil, lomba mancing di Doho Raya ini diikuti berhasil menarik  164 orang peserta, bukan hanya dari wilayah Madiun saja, tetapi juga berasal dari Yogyakarta, Surabaya, Wonogiri, dan Jombang. Adalah Suranto, Warga Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun,  tidak menyangka berhasil memenangkan lomba dan mendapatkan hadiah berupa satu ekor sapi limosin.

Pada lomba tersebut, setiap peserta memang berusaha mendapatkan ikan berukuran besar menggunakan umpan dan teknik terbaik. Setelah berhasil umpan berhasill disambar,  panitia yang bertugas langsung buru-buru mengangkat ikan tangkapan dan menimbangnya. Satu per satu ikan yang ditangkap kemudian ditimbang dan didata.

Dari ratusan ikan yang berhasil dipancing, ikan tangkapan Suranto tercatat sebagai yang terberat. Ikan tersebut memiliki berat 3,64 kilogram dan mengalahkan ikan pancingan lainnya. Padahal ikan paling besar ada yang beratnya mencapai 4 kg. Karena mendapatkan ikan terberat dan terbesar, Suranto pun mendapatkan hadiah berupa sapi limosin yang harganya mencapai Rp25 juta.

Untuk mendapatkan ikan berukuran jumbo itu, ternyata Suranto memiliki teknik khusus. Salah satunya dalam meracik umpan. Bahkan ia harus mengeluarkan modal untuk membuat umpan itu hingga Rp800.000. Umpannya memang tidak bisa sembarangan, dan setiap pemacing pasti mempunyai racikan umpan yang resepnya dirahasiakan. 

Simmental Sapi Favorit Peternak Generasi Millenial

Apa yang dimaksud dengan generasi Millenial atau generasi Y, yang juga akrab disebut sebagai generation me atau echo boomers? Memang tidak ada kriteria khusus untuk menentukan kelompok generasi yang satu ini. Namun beberapa pakar menggolongkannya berdasarkan tahun lahir awal dan akhir, dengan rentang tahun antara 1980 -1999 Masehi. Sedangkan manusia kelahiran tahun 2000 M sampai sekarang disebut dengan generasi Z atau Z Generation. Baca selengkapnya...

Ikut Asuransi, Terbukti Dapat Menyelamatkan Usaha Ternak Sapi Saat Terjadi Wabah PMK

Adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), menyadarkan peternak bahwa asuransi Usaha Ternak Sapi-Kerbau (AUTSK), dapat memberikan perlindungan berupa biaya ganti rugi, apabila sapi atau kerbaunya mati karena berbagai faktor. Baca selengkapnya...

BALITNAK - Balai Penelitian Ternak

Sejarah berdirinya Balitnak - Balai Penelitian Ternak (Balitnak) merupakan gabungan dua Unit Kerja bidang peternakan yaitu Lembaga Penelitian Peternakan (LPP) di jalan Raya Pajajaranm, Bogor dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Ternak (P3T) di Ciawi, Bogor pada tahun 1981. Sejalan dengan perkembangannya, sejak didirikan masing-masing unit kerja tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan nama. Baca selengkapnya...