TRANSLATE

Mahalnya Harga Daging Sapi Bukan Salah Peternak!

Menurut peneliti dari Center for Indonesia Policy Studies (CIPS), Felippa An Amanta, penyebab utamanya adalah rantai distribusi daging sapi yang sangat panjang. Sebelum sampai ke tangan konsumen harus melewati tujuh hingga sembilan tahapan. Dimulai dari peternak atau tempat penggemukan sapi (feedlot) yang menjual kepada pedagang kecil. Selanjutnya pedagang kecil ini menjualnya kembali kepada pedagang skala besar.

Dari pedagang besar, sapi akan pindah tangan ke pedagang regional yang wilayah perdagangannya mulai dari kabupaten hingga provinsi. Dari pedagang regional ini sapi akan dijual di penampungan ternak (holding ground) yang merupakan area transit untuk menunggu pedagang grosir dari Rumah Potong Hewan (RPH). Pedagang dari RPH inilah yang nanti akan memotong sapi tersebut dan menjualnya kepada konsumen.

Dengan panjangnya rantai distribusi tersebut, menurut anda apakah peternak yang salah jika harga daging sapi mahal?

Sumber: cendananews

BALITNAK - Balai Penelitian Ternak

Sejarah berdirinya Balitnak - Balai Penelitian Ternak (Balitnak) merupakan gabungan dua Unit Kerja bidang peternakan yaitu Lembaga Penelitian Peternakan (LPP) di jalan Raya Pajajaranm, Bogor dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Ternak (P3T) di Ciawi, Bogor pada tahun 1981. Sejalan dengan perkembangannya, sejak didirikan masing-masing unit kerja tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan nama. Baca selengkapnya...

Pernak Pernik Sapi Dijual

Dispenser Sabun Cuci Tangan Boneka Sapi

Bahan Plastik, Panjang 13 cm, Lebar 8 cm, Tinggi 14 cm

Farm Puzzle Sapi

Bahan plastik, Tinggi 8 cm, Lebar 5,5 cm, Panjang 11 cm, Total 22 pcs

Mug Sapi Biru

Bahan keramik, Tinggi 10, Diameter 8,5 cm

Pensil Box Susu Sapi

Panjang 21 cm, Dilengkapi dengan per.

Piring Makan Gambar Sapi

Bahan plastik, Diameter 23 cm