TRANSLATE

Fakta Sapi Bali yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Pastinya sudah tidak asing dengan yang namanya sapi Bali bukan? Sapi Bali sendiri merupakan jenis sapi unggul asli dari Bali Indonesia.

7 Fakta Sapi Bali yang Jarang Diketahui

Sapi Bali sendiri memiliki beberapa ciri khas. Untuk sapi jantan atau betina dari lahir sampai umur 1.5 tahun memiliki warna sawo matang kemerahan. Namun ketika sudah berumur 1.5 tahun ke atas, warna bulu jantan akan berubah jadi hitam sampai dewasa. Sedangkan untuk sapi betina warnanya akan tetap merah. Dari segi bobot bisa mencapai 217.9kg ketika usianya 1.5 tahun. Jika diberikan pakan berkonsentrat tinggi maka bisa menaikkan bobot sapi Bali tersebut.

Masih banyak orang yang belum tahu fakta menarik dari sapi Bali. Nah berikut ini beberapa fakta yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk membeli sapi Bali ini. Simak penjelasannya dibawah ini;

 

1.Bisa Bertahan dengan Kualitas Pakan Rendah

Bisa dikatakan bahwa fakta ini menjadi salah satu kelebihan dari sapi Bali. Fakta pertama adalah sapi Bali bisa bertahan dengan kondisi lingkungan marginal berkualitas pakan rendah dan mempunyai persentase karkas tertinggi (bahkan dunia). Meskipun begitu, sapi Bali tetap bisa digemukkan dengan perawatan yang tepat tentunya.

 

2.Kaki & Pantat Warnanya Putih

Menjadi salah satu dari sedikit jenis sapi di dunia dengan warna kaki bagian bawah dan daerah sekitar pantat berwarna putih. Gen pengatur pola warna ini pun hanya dimiliki oleh sapi Bali saja. Jadi untuk membedakan antara sapi Bali dengan jenis sapi lainnya bukan hal sulit.

 

3.Warna Jantan & Betina Tidak Sama Ketika Dewasa

Selain itu sapi Bali juga menjadi satu-satunya sapi domestik yang warna betina dan jantan ketika lahir sama. Namun ketika beranjak dewasa memiliki warna yang berbeda.

 

4.Nenek Moyang Sapi Bali Masih Hidup

Fakta lainnya menyebutkan bahwa nenek moyang sapi Bali ini masih hidup. Juga menjadi satu-satunya sapi di dunia yang mempunyai keunikan pita hemoglobin.

 

5.Mempunyai Penanda HEL9 & INRA 35 DNA Mikrosatelit

Sapi Bali pun juga mempunyai penanda HEL9 & INRA 35 DNA Mikrosatelit yang menjadi ciri khasnya. Juga disebut sebagai satu-satunya jenis sapi yang mempunyai penyakit khusus, yakni di Jembrana.

 

6.Keturunan Langsung dari Banteng

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa sapi Bali memang hasil peranakan dari Banteng. Namun tahukah kamu bahwa Banteng yang dimaksud ini keturunan langsung dari Banteng Taman Nasional Ujung Kulon dan Baluran. Bahkan banteng ini pun masih hidup. Hal ini tentunya menjadi salah satu peluang membuktikan bahwa teori evolusi dan sejarah domestikasi ternak bisa dilakukan.

Digolongkan Jadi Jenis Sapi Tersendiri

Dari keunikan-keunikan ini membuat sapi Bali termasuk ke dalam jenis sapi tersendiri. Sapi Bali ini pun juga bisa dijadikan andalan untuk memenuhi kebutuhan daging nasional. Bahkan banyak sapi Bali yang digunakan sebagai hewan kurban ketika hari raya Idul Adha.

Kelemahan Sapi Bali yang Perlu Diketahui Juga

Setiap hewan ternak pastinya tidak lepas dari yang namanya kelebihan dan kelemahan. Berikut ini beberapa kelemahan dari sapi Bali yang harus diketahui juga.

  • Ukuran tubuhnya relatif lebih kecil dibandingkan dengan jenis sapi lainnya
  • Produksi susu rendah, jadi membuat anak sapi lambat tumbuh
  • Angka kematian sapi Bali cukup tinggi, terlebih jika pemeliharaannya tidak intensif
  • Mudah kena penyakit khusus, misalnya penyakit ingusan dan penyakit Jembrana
  • Pertumbuhan sapi Bali lambat, namun bisa digemukkan secara intensif

Simmental Sapi Favorit Peternak Generasi Millenial

Apa yang dimaksud dengan generasi Millenial atau generasi Y, yang juga akrab disebut sebagai generation me atau echo boomers? Memang tidak ada kriteria khusus untuk menentukan kelompok generasi yang satu ini. Namun beberapa pakar menggolongkannya berdasarkan tahun lahir awal dan akhir, dengan rentang tahun antara 1980 -1999 Masehi. Sedangkan manusia kelahiran tahun 2000 M sampai sekarang disebut dengan generasi Z atau Z Generation. Baca selengkapnya...

Ikut Asuransi, Terbukti Dapat Menyelamatkan Usaha Ternak Sapi Saat Terjadi Wabah PMK

Adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), menyadarkan peternak bahwa asuransi Usaha Ternak Sapi-Kerbau (AUTSK), dapat memberikan perlindungan berupa biaya ganti rugi, apabila sapi atau kerbaunya mati karena berbagai faktor. Baca selengkapnya...

BALITNAK - Balai Penelitian Ternak

Sejarah berdirinya Balitnak - Balai Penelitian Ternak (Balitnak) merupakan gabungan dua Unit Kerja bidang peternakan yaitu Lembaga Penelitian Peternakan (LPP) di jalan Raya Pajajaranm, Bogor dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Ternak (P3T) di Ciawi, Bogor pada tahun 1981. Sejalan dengan perkembangannya, sejak didirikan masing-masing unit kerja tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan nama. Baca selengkapnya...