Loading...
iden

Ciri Bibit Sapi Bali Yang Bisa Menghasilkan Margin Keuntungan Cukup Besar

Keberhasilan pemilihan bibit Sapi Bali yang sehat dan berkualitas akan sangat menentukan margin keuntungan dalam usaha ternak. Bibit sapi atau sapi bakalan ideal berusia sekitar 2-3 tahun. Memilih sapi untuk dijadikan bibit memerlukan keterampilan khusus, karena keberhasilan pemilihan bakalan sapi yang sehat dan berkualitas akan menentukan kelangsungan usahanya.

Nah, untuk mengetahui seperti apakah bibit sapi bali yang bisa menghasilkan margin keuntungan yang cukup besar, Anda bisa mengenalinya dari ciri-ciri berikut ini:

  • Bibit Sapi Bali yang sehat memiliki bentuk tubuh yang proporsional, rangka tubuh tampak lebar dan kokoh (tidak tipis).
  • Tidak memiliki cacat tubuh yang bersifat bawaan atau keturunan.
  • Memiliki kulit dan bulu yang bersih, tidak terdapat parasit, dan tanda-tanda kerontokan.
  • Kondisi mata bersinar dan responsif terhadap lingkungan sekitar.
  • Memiliki tubuh yang panjang, dengan tinggi tubuh bagian depan dan belakang yang relatif sama.
  • Memiliki dada yang lebar. Bakalan sapi potong yang baik pada umumnya memiliki dada yang lebar (tidak sempit), sehingga pertambahan daging selama proses penggemukan pada bagian ini dapat maksimal.
  • Memiliki perut yang kecil, serta bagian bokong yang lebar. Bibit Sapi Bali dengan perut besar (buncit) dapat mengindikasikan bahwa sapi tersebut terserang gejala cacingan. Selain itu, perut bakalan sapi yang terlalu besar juga biasanya dapat memengaruhi jumlah karkas yang dihasilkan, karena konsentrasi pertambahan bobot badan banyak terserap ke bagian perut, sehingga mengurangi proses pertambahan daging ke bagian lainnya. Artinya, tujuan untuk mendapatkan margin keuntungan yang cukup besar tidak akan tercapai.
  • Kaki kokoh dengan tulang kaki yang besar. Kaki yang kokoh sangat penting bagi bakalan sapi potong, hal ini berguna untuk menopang bobot tubuh seiring pertambahan berat badan sapi selama proses penggemukan.
  • Bentuk kaki normal (tidak membentuk X ataupun O), lurus, dan sejajar.
  • Tidak terlalu kurus dan gemuk. Bakalan sapi yang dengan postur badan terlalu kurus biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk digemukan. Selain itu, bakalan sapi yang terlalu kurus kemungkinan juga menderita penyakit cacingan atau pernah memakan sesuatu yang tidak seharusnya, seperti sampah plastik atau karet. Sebaliknya, bakalan yang terlalu gemuk juga kurang ideal untuk digemukan karena pertambahan bobot hariannya tidak sebanyak bakalan sapi yang posturnya ideal.

Itulah beberapa ciri bibit Sapi Bali untuk mendapatkan margin keuntungan yang cukup besar. Keberhasilan pemilihan bibit sapi yang sehat dan berkualitas akan sangat menentukan keberhasilan dalam usaha ternak.

Namun, bibit Sapi Bali sehat dan berkualitas saja tidak cukup untuk usaha penggemukan sapi potong. Sapi bakalan berkualitas perlu ditunjang juga dengan perawatan dan pakan yang berkualitas, sehingga sapi yang dihasilkan dapat sesuai dengan target pemeliharaan.

STMJ, Healthy Indonesian Drink from Ginger, Eggs, Milk and Honey

Enjoying a cup of hot drink is a great way to beat the cold weather, right? Of course, you need something that is not only hot but also healthy. In Indonesia, there is a healthy drink called STMJ. Name of the drink is actually derived from Susu (milk), Telur (egg), Madu (honey), and Jahe (ginger). The drink contains healthy ingredients, particularly egg and ginger. Meanwhile, milk and honey serve as the sweetener to replace sugar. Read More...