TRANSLATE

Bagaimana Menghitung, Membagikan serta Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas

Setiap 10 Dzul Hijjah, semua umat Islam yang tidak melaksanakan haji merayakan Hari Raya Idul Adha. Pada hari itu, kaum muslimin disunnahkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan, seperti sapi atau kambing/domba. Namun ada syaratnya, telah cukup umur. Namun ada hal lain yang cukup penting untuk diperhatikan panitia kurban yakni menghitung dan membagikan daging kurban agar sesuai dengan jumlah penerima atau mustahik berserta menyimpannya di kulkas.  Bagaimana caranya?

Jika satu ekor sapi dengan berat hidup 350 kg, maka akan didapat berat karkas pada umumnya adalah 50 persen dari berat hidupnya atau sebanyak 125 kg. Adapun berat dagingnya adalah 70 persen dari berat karkas alias 122, 5 kg. Jadi sapi kurban dengan berat hidup 350 kg, akan didapatkan daging  sebanyak 122,5 kg.

Selain daging, ada juga jeroan yang jumlahnya sekitar  10 persen dari berat karkas atau 17,5 kg. Sedangkan untuk kaki sebanyak 4 rata-rata  memiliki berat  4,5 kg. Khusus kepala memiliki berat 4 persen dari berat hidup atau sekitar 14,5 kg. Terakhir adalah ekor, beratnya 0,7 persen dari berat hidup atau 2,45 kg. Jika dijumlahkan dari satu ekor sapi seberat 350 kg, akan didapat total daging plus jeroan sebanyak 161, 45 kg. Jumlah inilah yang bisa dibagikan kepada mustahik.

Perhitungan ini bisa dipergunakan panitia kurban untuk menyesuaikan antara jumlah hewan kurban yang disiapkan dengan jumlah mustahik yang akan mendapatkan daging kurban. Biasanya penerima akan diberikan dalam bentuk kupon untuk mengambilnya.

Terkait dengan daging kurban, sebagian orang ada yang memilih untuk menyimpannya terlebih dahulu di dalam kulkas atau freezer, dan mengolahnya beberapa hari kemudian. Namun perlu di ketahui cara agar daging awet dan tidak bau, antara lain:

1. Jangan dicuci;  karena proses pencucian akan menyebabkan bau tidak sedap di dalam daging akan semakin kuat. Selain itu, air yang meresap ke dalam serat-serat daging akan membuat daging menjadi lebih cepat rusak.

2. Potong-potong daging sesuai penggunaanya nanti; selain menghemat tempat juga mempermudah saat akan mengolah daging untuk dimasak.

3. Simpan daging di dalam wadah yang kedap udara berbahan food grade, agar etap aman.

4. Bekukan daging di suhu minus 18 derajat Celcius yaitu didalam freezer; Agar bakteri di dalam daging tidak akan bereaksi, sehingga daging akan awet secara alami.

5. Jika ingin diolah, daging beku jangan dicairkan di suhu ruangan ; karena daging yang sudah bersentuhan dengan udara luar, akan mulai bereaksi dengan bakteri yang ada di sekitarnya. Cara yang lebih baik adalah dengan memindahkan  daging kurban dari freezer ke rak kulkas khusus menyimpan daging, agar daging mencair dengan sendirinya tanpa kehilangan suhu dinginnya.

Simmental Sapi Favorit Peternak Generasi Millenial

Apa yang dimaksud dengan generasi Millenial atau generasi Y, yang juga akrab disebut sebagai generation me atau echo boomers? Memang tidak ada kriteria khusus untuk menentukan kelompok generasi yang satu ini. Namun beberapa pakar menggolongkannya berdasarkan tahun lahir awal dan akhir, dengan rentang tahun antara 1980 -1999 Masehi. Sedangkan manusia kelahiran tahun 2000 M sampai sekarang disebut dengan generasi Z atau Z Generation. Baca selengkapnya...

Ikut Asuransi, Terbukti Dapat Menyelamatkan Usaha Ternak Sapi Saat Terjadi Wabah PMK

Adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), menyadarkan peternak bahwa asuransi Usaha Ternak Sapi-Kerbau (AUTSK), dapat memberikan perlindungan berupa biaya ganti rugi, apabila sapi atau kerbaunya mati karena berbagai faktor. Baca selengkapnya...

BALITNAK - Balai Penelitian Ternak

Sejarah berdirinya Balitnak - Balai Penelitian Ternak (Balitnak) merupakan gabungan dua Unit Kerja bidang peternakan yaitu Lembaga Penelitian Peternakan (LPP) di jalan Raya Pajajaranm, Bogor dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Ternak (P3T) di Ciawi, Bogor pada tahun 1981. Sejalan dengan perkembangannya, sejak didirikan masing-masing unit kerja tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan nama. Baca selengkapnya...